dzikir

Motif Kain Batik Truntum

Simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin terasa subur berkembang (tumaruntum).

Motif Kain Batik Tulis Madura

Madura Proverb: lebbi bagus pote tollang, atembang pote mata. Better off dead (white bone) rather than shame (white of the eye).

Motif Kain Batik Yogyakarta

Yogyakarta city is known as a center of classical Javanese fine art and culture such as batik, music, and puppet shows.

Motif Kain Batik Grompol

Grompol, which means gather together symbolizes the coming together of all goods things, such as luck, happiness, children, and harmonious married life.

Motif Kain Batik Indonesia Lainnya

Batik has become one of the principal means of expression of the spiritual and cultural values of Southeast Asia.

Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 April 2013

Balance Scorecard Pada Perusahaan



Konsep tentang Balanced scorecard (BSC) pertama kali diperkenalkan oleh Kaplan dan Norton dalam artikelnya pada Harvard Business Review yang diterbitkan tahun 1992.

Pemikiran muncul dilandasi oleh anggapan bahwa pengukuran kinerja tradisional yang biasanya menggunakan tolok ukur keuangan dianggap tidak lagi mampu mengukur kinerja harta yang tidak tampak (intangible assets) dan harta-harta intelektual (SDM) perusahaan.

Selain itu pengukuran kinerja keuangan tidak mampu banyak mengungkap mengenai masa lalu perusahaan dan tak mampu sepenuhnya menuntun perusahaan ke arah yang lebih baik (Kaplan dan Norton, 1996)

BSC ini mempunyai keistimewaan karena selain mempertimbangkan kinerja-kinerja finansial, BSC juga mempertimbangkan kinerja non finansial. 

BSC tidak hanya mengukur hasil (outcome ) tapi juga aktivitas-aktivitas penentu hasil akhir (driver). 

Balance Scorecard menjadi suatu sistem manajemen strategi yang komprehensif.

Balanced Scorecard  mempertimbangkan empat perspektif, yaitu
  • perspektif keuangan, 
  • customer, 
  • proses internal bisnis, 
  • pembelajaran dan pertumbuhan

Balance Scorecard Pada Pemerintahan Dan Organisasi Sektor Publik

Setelah Kaplan dan David Norton mengenalkan Balance Scorecard yang dapat   diterapkan pada lingkungan bisnis perusahaan dan organisasi profit.

Selanjutnya Balance Scorecard pun bisa diterapkan pada organisasi pemerintahan dan sektor publik.

Tokoh yang terkenal dalam memperkenalkan Balance Scorecard pada pemerintahan dan Organisasi Sektor Publik  adalah Paul R Niven, Sehingga anggapan bahwa Balance Scorecard hanya sesuai untuk lingkungan bisnis tidaklah benar.

Berikut ini adalah buku terbaru Paul R Niven Balance Scorecard Step by Step Maximizing Performance and Maintaining Result edisi kedua , Buku ini terdiri dari 12 Bab.

1.   Performance Measurement and the Need for a Balanced Scorecard
2.   Getting Started
3.   Mission, Values, Vision, and Strategy
4.   Strategy Maps
5.   Creating Performance Measures
6.   Setting Targets and Prioritizing Initiatives
7.   Cascading the Balanced Scorecard to Build Organizational Alignment
8.   Using the Balanced Scorecard to Strategically Allocate Resources
9.   Additional Balanced Scorecard Linkages: Compensation and Corporate Governance
10. Reporting Balanced Scorecard Results
11. Maintaining the Balanced Scorecard
12. Concluding Thoughts on Balanced Scorecard Success

Buku ini wajib untuk dijadikan referensi bagi mahasiswa dan mereka yang ingin mendalami Balance Scorecard bagi Pemerintahan dan Organisasi Sektor Publik.