dzikir

Motif Kain Batik Truntum

Simbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin terasa subur berkembang (tumaruntum).

Motif Kain Batik Tulis Madura

Madura Proverb: lebbi bagus pote tollang, atembang pote mata. Better off dead (white bone) rather than shame (white of the eye).

Motif Kain Batik Yogyakarta

Yogyakarta city is known as a center of classical Javanese fine art and culture such as batik, music, and puppet shows.

Motif Kain Batik Grompol

Grompol, which means gather together symbolizes the coming together of all goods things, such as luck, happiness, children, and harmonious married life.

Motif Kain Batik Indonesia Lainnya

Batik has become one of the principal means of expression of the spiritual and cultural values of Southeast Asia.

Tampilkan postingan dengan label BSC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BSC. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 April 2013

Balance Scorecard Pada Organisasi Syariah

Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.

Sedangkan secara bahasa syariat berasal dari kata syara’ yang berarti menjelaskan dan menyatakan sesuatu atau dari kata Asy-Syir dan Asy Syari’atu yang berarti suatu tempat yang dapat menghubungkan sesuatu untuk sampai pada sumber air yang tak ada habis-habisnya sehingga orang membutuhkannya tidak lagi butuh alat untuk mengambilnya.


Syariah juga bermakna jalan yang lurus.  Sedangkan makna terminologi (definisi), syariah adalah undang-undang atau peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antara manusia dengan pencipta (Allah SWT), serta hubungan antara manusia dengan manusia. Penerapan syariah dalam setiap kehidupan manusia bertujuan agar manusia memiliki martabat dan derajat yang lebih tinggi dari mahluk lain ciptaan Allah SWT.

Syariah mencakup seluruh aktivitas yang dilakukan oleh seorang muslim dengan aturan-aturan halal dan haram, serta perilaku baik dan buruk. Syariah bertumpu pada kekuatan iman dan budi pekerti (akhlak) serta memiliki implikasi balasan baik di dunia maupun di akhirat. Panduan dalam pengamalan syariah mengacu kepada dua sumber hukum Islam yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Jadi Organisasi Syariah adalah Sekelompok orang yang mengikatkan diri dalam suatu wadah untuk tujuan bersama dimana seluruh aktivitasnya berdasarkan Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Dari segi bentuknya Organisasi syariah dapat berupa Perusahaan bisnis yang mencari keuntungan dan Organisasi nirlaba dan sektor publik yang cenderung melayani. 

Diantara Perusahaan Bisnis Syariah yang mencari Keuntungan diantaranya:
  • Koperasi Syariah
  • Perbankan Syariah
  • BMT (Baitul Mall wa Tamwil)
  • Asuransi Syariah
  • dll
 Sedangkan contoh organisasi syariah nirlaba dan sektor publik diantaranya:

  • PKPU
  • Rumah Yatim
  • BAZ (Badan Amil Zakat)
  • Rumah Zakat
  • Organisasi Berbentuk Yasasan Pendidikan Syariah
  • dll
Dilihat dari bentuknya ini maka dapat dengan mudah kita menentukan Balance Scorecard
yang mana yang paling sesuai untuk digunakan.

Untuk Perusahaan Bisnis Syariah tentunya Balance Scorecard yang dikembangkan Kaplan dan David Norton paling sesuai. Sedangakan untuk organisasi syariah nirlaba dan sektor publik kita dapat menggunakan panduan Balance Scorecard yang ditulis oleh Niven.



Balance Scorecard Pada Perusahaan



Konsep tentang Balanced scorecard (BSC) pertama kali diperkenalkan oleh Kaplan dan Norton dalam artikelnya pada Harvard Business Review yang diterbitkan tahun 1992.

Pemikiran muncul dilandasi oleh anggapan bahwa pengukuran kinerja tradisional yang biasanya menggunakan tolok ukur keuangan dianggap tidak lagi mampu mengukur kinerja harta yang tidak tampak (intangible assets) dan harta-harta intelektual (SDM) perusahaan.

Selain itu pengukuran kinerja keuangan tidak mampu banyak mengungkap mengenai masa lalu perusahaan dan tak mampu sepenuhnya menuntun perusahaan ke arah yang lebih baik (Kaplan dan Norton, 1996)

BSC ini mempunyai keistimewaan karena selain mempertimbangkan kinerja-kinerja finansial, BSC juga mempertimbangkan kinerja non finansial. 

BSC tidak hanya mengukur hasil (outcome ) tapi juga aktivitas-aktivitas penentu hasil akhir (driver). 

Balance Scorecard menjadi suatu sistem manajemen strategi yang komprehensif.

Balanced Scorecard  mempertimbangkan empat perspektif, yaitu
  • perspektif keuangan, 
  • customer, 
  • proses internal bisnis, 
  • pembelajaran dan pertumbuhan

Balance Scorecard Pada Pemerintahan Dan Organisasi Sektor Publik

Setelah Kaplan dan David Norton mengenalkan Balance Scorecard yang dapat   diterapkan pada lingkungan bisnis perusahaan dan organisasi profit.

Selanjutnya Balance Scorecard pun bisa diterapkan pada organisasi pemerintahan dan sektor publik.

Tokoh yang terkenal dalam memperkenalkan Balance Scorecard pada pemerintahan dan Organisasi Sektor Publik  adalah Paul R Niven, Sehingga anggapan bahwa Balance Scorecard hanya sesuai untuk lingkungan bisnis tidaklah benar.

Berikut ini adalah buku terbaru Paul R Niven Balance Scorecard Step by Step Maximizing Performance and Maintaining Result edisi kedua , Buku ini terdiri dari 12 Bab.

1.   Performance Measurement and the Need for a Balanced Scorecard
2.   Getting Started
3.   Mission, Values, Vision, and Strategy
4.   Strategy Maps
5.   Creating Performance Measures
6.   Setting Targets and Prioritizing Initiatives
7.   Cascading the Balanced Scorecard to Build Organizational Alignment
8.   Using the Balanced Scorecard to Strategically Allocate Resources
9.   Additional Balanced Scorecard Linkages: Compensation and Corporate Governance
10. Reporting Balanced Scorecard Results
11. Maintaining the Balanced Scorecard
12. Concluding Thoughts on Balanced Scorecard Success

Buku ini wajib untuk dijadikan referensi bagi mahasiswa dan mereka yang ingin mendalami Balance Scorecard bagi Pemerintahan dan Organisasi Sektor Publik.

Jumat, 26 April 2013

Pengantar Balance Scorecard

Pada Artikel dan pembahasan sebelumnya telah diperkenalkan tentang ABC system, JIT dan TQM sebagai salah satu strategi perusahaan dalam meningkatkan kinerja.

Walau semua sistem memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam penerapannya, salah satu strategi ini dianggap paling sesuai baik ditinjau dari lingkungan perusahaan atau faktor lainnya.

Kita juga menyadari bahwa pengukuran kinerja seringkali diukur dari sisi finansialnya saja, hal ini juga wajar jika kita melihat motif perusahaan untuk memperoleh laba sebesar besarnya dengan pengorbanan yang minimalis (masih ingat teori klasik).

Memperhatikan sisi Financial/Keuangan juga wajar karena berkaitan dengan bagaimana perusahaan memutar modalnya apalagi perusahaan kecil dan menengah.

Tambahan lagi sisi keuangan selalu diperhatikan karena ada perusahaan yang menggunakan manajemen hutang dalam operasionalnya. Sebut saja beberapa perusahaan yang menggunakan jasa kredit Perbankan dalam pemodalannya, gali lobang tutup lobang.

Selanjutnya kita akan bahas tentang salah satu sistem balance scorecard namanya. awalnya diterapkan hanya untuk perusahaan dan sampai saat ini masih ada saja akademisi yang menganggap bahwa balance scorecard hanya sesuai untuk perusahaan. dalam perkembangannya balance scorecard juga diterapkan pada organisasi sektor publik dan pemerintahan.

Di indonesia masih sedikit penelitian mengenai Balance Scorecard pada sektor publik kalau adapun terbatas pada Rumah Sakit dan Universitas sebagai BLU (Badan Layanan Umum). Padahal Balancesorecard sudah diadopsi oleh Kementian Keuangan dan Kementrian Komunikasi dan Informatika RI bahkan saat ini Direktorat Jendral Anggaran sudah mengintegrasikannya pada menu aplikasi terbarunya DIPA online, banyak yang belum sadar jika sistem ini sudah terintegrasi pada seluruh Kementrian Republik Indonesia.

Dengan kata lain seharusnya seluruh Instansi pemerintah sudah dapat menerapkan Balancescorecard ini untuk meningkatkan kinerja dan Layanannya kepada masyarakat.

Selanjutnya kita akan bahas Balance Scorecard dari dua sisi yaitu
  1. Pada Perusahaan dan Oganisasi Profit Oriented.
  2. Pada Organisasi Sektor Publik dan Nirlaba